Sebagai evaluasi bagi kita, khususnya bagi saya yang masih menganggap bulan Ramadhan (bulan puasa) sebagai bulan latihan, ternyata paradigma tersebut keliru. Berikut merupakan beberapa kesalahan (ketidak tepatan) paradigma kita (saya) terhadap posisi bulan Ramadhan. Berikut ini merupakan hasil kajian rutin hari sabtu Ust. Hilman Rasyad Shihab Lc.
1. Menganggap bulan rhomadon adalah bulan Latihan
Seharusnya bulan rhomadon adalah bulan ujian,sedangkan bulan latihannya 11bulan lainnya.Ibarat orang yang mengikuti ujian,dia harus sunguh sungguh agar ujiannya berhasil,namun kalo latihan ya santai aja,bisa liat buku,tanya temen alias kurang serius.
2. Bulan yang banyak makanan
Pada bulan ini biasanya jenis makanan banyak yang “turun Gunung”,yg di hari – hari biasa sulit sekali di dapat tapi di bulan ini melimpah ruah,seperti kolak,kulang kaling dsb. Dan terkadang sajian berbukanya bisa memenuhi seantero meja,sampe ga muat tuh meja buat taro makanan. Padahal seharusnya bulan rhomadon menjadi bulan “sedikit makan banyak ibadah”
3. Bulan permainan
Ada pula di masyarakat kita,bila menghadapi bulan rhomadon mempersiapkan beraneka macam permainan mulai dari yg modern (otomatis) seperti video game,computer game sampe yg manual seperti monopoli, karambol dsb. Bukankah sebaiknya waktu luang di isi dengan tilawah quran,baca buku yg bermanfaat,menghafa l alquran,taklim dsb
4. Memfokuskan ibadah hanya pada puasa saja
Ada juga yang menjadi puasa adalah amalan utama,sehingga sering mengabaikan ibadah ibadah lainnya seperti sholat 5 waktu dsb.padahal puasa adalah ibadah yang paling “enteng” di lakukan di banding ibadah obadah yg lain.misalnya, seorang mualaf belum tentu bisa langsung melakukan sholat,tapi kalo disuruh puasa tentu di bisa.
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lamu bisshawwab
(sumber : Ust Hilman Rosyad Shihab Lc)



assalamualaikum ana minta artikelnya ya… untuk mading romadhon..
silahkan..:)