MEMUDAKAN INDONESIA

17 06 2008

Kenanglah Soekarno, ia mendirikan dan memimpin Partai Nasional Indonesia pada usia 26 tahun. Kenanglah Sjahrir, ia memimpin Pendidikan Nasional Indonesia pada usia 22 tahun. Kenanglah Mohammad Roem, ia telah menjadi ketua Lajnah Tandfiziyah Barisan Penyadar PSII pada usia 29 tahun. Kenanglah Tan Malaka ia telah menjadi pemimpin Partai Komunis pada usia 24 tahun. DN Aidit memimpin CC PKI juga usia 24 tahun.
Bandingkan dengan usia para pemimpin politik Indonesia saat ini. Besok pada PEMILU 2009, usia eS BeYe sudah 60 tahun, Jus Kalla 67 tahun, Megawati 62 tahun, Gus Dur 69 tahun, Amin Rais kalau mau maju lagi sudah 65 tahun, Akbar Tanjung 64 tahun, Wiranto 62 tahun, Sutiyoso 65 tahun, Sultan HB X sudah 63 tahun.
Indonesia sekarang telah kehilangan elan vital daya muda. Padahal Indonesia tanpa jiwa muda (kebaruan-kemajuan) dan kepemimpinan pemuda adalah Indonesia yang menyangkali jati dirinya.
Kehendak membangun daya saing bangsa menuntut kita untuk memudakan kembali Indonesia. Akselerasi alih kepemimpinan nasional di segala bidang menjadi tuntutan..begitu kata Bung Yudi Latif. Mereka yang berani mengemban visi perubahan lebih mungkin tumbuh dari mereka yang tidak terlalu digayuti beban masa lalu.
Meminjam pandangan Hatta, Generasi baru kaum terdidik, dengan kemampuannya untuk membebaskan diri dari hipnosa kolonial, lebih mungkin mengambil inisiatif untuk membangkitkan kekuatan rakyat dan menyediakan basis teoretis bagi aksi-aksi kolektif. Siapa bilang kita krisis pemimpin muda yang berkualitas. Sebutlah: Yudhi Krisnandhi, Adyaksa Dault, Fahri Hamzah, Drajat Wibowo, Muhaimin Iskandar, Anas Urbaningrum, Budiman Sujatmiko, Andi Rahmat, Dita Indah, Anis Baswedan, Supriyatno, Yudhi Latif, Sandiaga Uno, dan masih banyak lagi. Kita sesungguhnya tidak krisis pemimpin…Saya yakin mereka punya kapasitas, energik dan lebih bisa diharapkan.

Yang Muda yang Di Percaya.


Actions

Information

2 responses

3 12 2008
iwahyudi

bagus artikelnya, mas….
Gimana, om kurus minat nimbrung jadi capres ndak ya? : )
Mas, mungkin benar ada beberapa nama muda yang mulai tampak di ranah poltik kita. Tapi untuk bisa peserti Bung Karno, Bung Sjahrir, Tan Malaka, dan para Bapak bangsa kita, siapapun harus berani turun ke bawah. menyelami kehidupan masyarakat secara langsung. dapatkan ‘ruhnya’ melalui karya nyata, yang meski kecil tapi nyata dan inspiratif.
Para tokoh muda kita, lebih banyak besar karena wacana dan pemikiran. Tinggal diasah untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Maka jadilah dia Tokoh yang senyatanya…

22 10 2009
siregar

bang,, aku izin copas ke blog ku ya,makaish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: