Oleh-Oleh dari Malaysia (2)

1 11 2008

Cnt’d from Oleh-Oleh dari Malaysia Bagian 1

Kembali kepada tema Hospital Administration : Common pitfalls; Addressing Tauhidic Input. Saya mengenal manajemen RS merupakan manajemen yang sangat kompleks. Saya ingat betul dulu ketika kuliah, setidaknya ada 18 regulasi yang berkaitan dengan manajemen RS. Mulai dari regulasi lingkungan (AMDAL/ANDAL/RPL/UKL/UPL dll), regulasi kefarmasian (izin usha apotek), UU Obat keras, UU Narkoba, UU No. 5 Tahun 1997 ttg Psikotropika, Permenkes 920 tahun 1989 ttg upaya pelayanan kesehatan swasta, dan masih banyak lagi permenkes-permenkes yang berkaitan. Akan tetapi, hal yang sangat menarik adalah regulasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan di RS yang sangat kompleks dan multi disiplin.

Manajemen SDM RS menjadi focus perhatian khususnya di Indonesia. Masih ingat dengan kejadian “gonjang-ganjing” direktur RS Haji?. Memalukan memang. Akan tetapi, itulah realitanya. Menurut DR. Kalamhamidi, manajemen RS Islam harus memberikan warna lain dalam industry pelayanan kesehatan. Bagaimanapun juga, perkembangan dunia kedokteran di dunia akan terus berkembang. Sumber Daya Manusia yang sangat beragam di RS menjadi tantangan sendiri bagi kalangan manajemen. Mulai dari dokter yang merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan, perawat/paramedis, perawat/tenaga pelaksana alat-alat penunjang pemeriksaan kesehatan, analis laboratorium/laboran, tenaga kefarmasian, manajemen keuangan, manajemen SDM, teknisi sampai kepada tenaga maintenance gedung, ahli IT yang mengurus system informasi RS dan lain sebagainya.

Manajemen RS Islam bukan berarti semua pengelola harus beraga Islam, akan tetapi kaidah-kaidah yang digunakan harus berdasarkan hukum Islam yang terbingkai dalam Shariah. Manajemen RS Islam bukan berarti menempatkan seorang “ustadz” dalam lingkungan manajerial, bukan juga hanya sekedar menempatkan lukisan kaligrafi di dinding-dinding kamar rawat inap, bukan hanya sekedar namanya saja RS Islam Al “titiktitik”, dan lain sebagainya yang merupakan hal-hal yang bersifat simbolis. Jauh daripada itu, sebaiknya para pengelola/pihak manajemen RS Islam memahami kaidah-kaidah kedokteran di dunia Islam, yang pernah Berjaya sebelum bangsa barat merebutnya, contoh saja riwayat Ibnu Sina dalam kitabnya Al-Kanun, Abu Bakar Ar Razi, Al Biruni dan lain sebagainya. Fahami juga sejarah dan filosofi keperawatan dalam dunia Islam. Dunia keperawatan sekarang lebih mengenal Florence Nighttingale yang berasal dari Inggris.

Dr. Kalamhamidi menuturkan pengalamannya ketika menyelesaikan PhD-nya di Irlandia. Di Irlandia, dunia keperawatan lebih mengenal Ruafaidah Binti Sa’ad yang merupakan tokoh keperawatan dalam Islam. Siapakah Rufaidah Binti Sa’ad?

Secara singkat, Rufaidah Rufaidah binti Sa’ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani Aslam Al-Khazraj yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yathrib dan termasuk kaum Ansar yaitu suatu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Ayahnya seorang dokter dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat membantu ayahnya. Dan saat kota Madinah berkembang Rufaidah mengabdikan dirinya merawat kaum muslimin yang sakit dan membangun tenda di luar Mesjid Nabawi saat dalam keadaan damai. Dan saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dia juga mendirikan Rumah Sakit lapangang sehingga terkenal saat perang dan Rasulullah SAW pun memerintahkan agar para korban yang terluka di bantu oleh dia.

Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat dan dalam perang Khibar mereka meminta ijin kepada rasul untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka dan rasul pun mengijinkannya. Inilah dimulainya awal mula dunia medis dan dunia keperawatan. Rufaidah juga memberikan perhatian terhadap aktifitas masyarakat, kepada anak yatim, penderita gangguan jiwa, beliau mempunyai kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Sentuhan sisi kemanusiaan ini penting bagi seorang perawat (nurse), sehingga sisi tekhnologi dan sisi kemanusiaan ( human touch ) jadi seimbang.

Itulah sejarah singkat tokoh keperawatan dalam sejarah Islam dan saya akan menjelaskan sejarah perkembangan dunia keperawatan dalam dunia Islam

  1. Masa penyebaran Islam ( The Islamic Period ) 570 – 632 M. Pada masa ini keperawatan sejalan dengan perang kaum muslimin / jihad ( holy wars ), pada masa ini lah Rufaidah binti Sa’ ad memberikan kontribusinya kepada dunia keperawatan.
  2. Masa setelah Nabi ( Post prophetic era ) 632 – 1000 M. Masa ini setelah nabi wafat, pada masa ini lebih di dominasi oleh kedokteran dan mulai muncul tokoh2 Islam dalam dunia kedokteran seperti Ibnu Sinna ( Avicenna ), Abu bakar ibnu Zakariya Ar-Razi ( Ar-Razi ), bahkan Ar-Razi sendiri menulis dua karangang tentang ” The Reason why some persons and common people leave a physician even if he is clever
  3. Masa pertengahan 1000 – 1500 M. Pada masa ini negara2 arab membangun RS dengan baik dan mengenalkan perawatan orang sakit, dan di RS tsb dimulai pemisahan antara kamar perawatan laki2 dan perempuan dan sampai sekarang banyak di ikuti semua RS di seluruh dunia.
  4. Masa Modern ( 1500 – sekarang ). Pada masa inilah perawat2 asing dari dunia barat mulai berkembang dan mulai ada. Tapi pada masa ini seorang perawat bidan muslimah pada tahun 1960 yang bernama Lutfiyyah Al-Khateeb mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo.

Saya sengaja memaparkan ini semua, supaya saya lebih memahami dan mencintai warisan luhur dari agama yang saya yakini. Jauh lebih dari itu, sejarah telah memutarbalikan keadaan. Sebuat saja, kisah Rufaidah Binti Sa’ad tercatat rapi di perpustakaan-perpustakaan di Irlandia. Bertolak belakang dengan yang ada di perpustakaan-perpustakaan Inggris, nama Florence begitu agung dalam dunia keprawatan. Maklum saja, Inggris merupakan Negara yang dianggap “penjajah” bagi bangsa Irlandia. Ada pesan sederhana yang tersirat sebenarnya, jika kita ingin tahu keburukan orang lain, Tanya saja kepada musuhnya.

Lebih luas dari pada itu, manajemen di RS Islam harus menekankan kepada “Chairity Organization”, dimana asal muasal dibentuknya RS adalah dengan tujuan untuk menolong. Dalam pengelolaan RS Islam, seorang dokter yang memberikan pelayanan kepada seorang pasien untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Hubungan antara pasien dan dokter-pun tidak usan dibangun “patient charter”. Apabila kita lihat, dalam pelayanan yang bersifat komersil/jual beli, adakah sebuah akad yang mengatakan hokum jual beli antara pihak RS dengan pasien?. Dalam Islam fungsi sebuah akad sama halnya dengan sebuah niyat, sehingga suatu amal bisa dikatakan sah. Misalnya, ketika pasien yang akan dirawat di RS Islam, seharusnya dimulai dengan sebuah akad : “bahwa pihak RS akan memberikan pelayanan, melalui dokter yang akan mencoba membantu memulihkan kesehatannya atas izin dan kehendak Allah dan pihak pasien akan memberikan imbalan jasa sesuai dengan kesepakatan”. Sama halnya dengan informed consent yang memperhatikan kesepakatan antara pasien dan keluarga yang akan diberikan sebiah “tindakan” dengan pihak RS/Dokter yang akan memberikannya.

Lalu, seorang dokterpun sangat diperhatikan akhlaqnya, jangan sampai ada seorang dokter yang mengatakan “pasien itu sembuh berkat pertolongan saya”, karena hukumnya adalah musyrik, begitu juga dengan pasien. Pendekatan tauhid dalam pengelolaan RS Islam akan memberikan warna lain, karena saat ini perkembangan RS Islam akan seiring dengan tumbuh pesatnya Bank dengan konsep Shari’ah. Mudah-mudahan hal ini merupakan kabar baik dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia kesehatan. Khususnya Islam yang merupakan rahmatan lil ‘alamin.

(to be cnt’d to Oleh-Oleh dari Malaysia bagian 3)


Actions

Information

4 responses

1 11 2008
ndokceplok

Mangstab… Teruslah berjuang dan berkarya bos… Semoga menjadi berguna buat masyarakat miskin dan lemah seperti saya…

salam,
ndokceplok

5 11 2008
Na

Subhanallah…memberikan pencerahan baru a..
tfs ya..

di Oleh-oleh Part 3, ngadain kuis bagi2 oleh2 dari KL n Singapore a..pasti banyak yg baca! Dijamin^_^ ntar neng peserta pertamanya deh..

14 03 2009
Up Soul

makasih atas infonya, salam dari perawat bandung

2 09 2009
wina

wah bagus,,
sukses slalu,,amin ya alloh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: