Barack Hussein Obama, Jr. The Spectacular People 2008

6 11 2008

BHOTerjawab sudah siapa pemenang pemilihan presiden Negara Adikuasa yang ke- 44 itu. Barack Hussein Obama berhasil memenangkan Pilpress Amerika periode 2008 – 2012.

Setelah lebih dari 18 Bulan media di Indonesia, baik cetak maupun elektronik, seolah terbius dengan suasana yang terjadi di Negeri Paman Sam tersebut. Menarik memang, selain issu yang terjadi di AS memang selalu menjadi issu terhadap dunia internasional. Pemilu AS pada periode ini memang terkesan istimewa dan luar biasa.

Dua kandidat John McCain dan Barack Hussein Obama yang lahir dari latar belakang yang berbeda dan mempunyai visi yang sangat berbeda pula. Obama seorang aktivis dari lingkungan Fakultas Hukum Universitas Harvard dan memasuki dunia politik semenjak terpilih menjadi Senator dari Partai Demokrat untuk daerah Illioness. Sedangkan McCain, seorang veteran perang Vietnam dan memilih jalur politiknya sebagai Senator dari Partai Republik.

Obama berhasil mencetak 2 sejarah sekaligus. Sebagai orang kulit hitam pertama yang memasuki White House sebagai presiden AS. Juga kandidat pertama Partai Demokrat yang meraih 52% dari seluruh electoral vote, 349 berbading McCain 147.

Barack Hussein Obama Jr. dan Martin Luther King Jr.

Ketika melihat Obama berpidato, saya menjadi terenyuh ketika teringat video Pidato “I Have A Dream” Martin Luther King, Jr. di era tahun 60-an. Sepenggal kalimat dalam pidato tersebut seperti dibawah ini :

“I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character”

Obama menjelma menjadi “anak” Martin Luther King, Jr. yang berhasil menjadi orang yang dipilih untuk memimpin AS bukan berdasarkan warna kulitnya, akan tetapi dari karakternya, visi dan misi serta kecerdasannya. Saya kira, inilah yang menjadi sebuah pelajaran berharga.

Amerika Serikat, sebuah Negara yang pada era ini menjadi kiblat “pembelajaran” Demokrasi dalam penyelenggaraan politik sebuah Negara. Akan tetapi, issu rasial sampai saat ini masih sangat kental dalam perjalanan kehidupan berpolitik dan bermasyarakat lainnya. Paradoks memang, bahkan sebelum-sebelumnya, ketika salah seorang Senator Muslim terpilih, rakyat AS masih menganggap hal itu menjadi “aib” dan kontroversi. Padahal jelas-jelas AS mengaku Negara yang paling demokratis dan bermaksud menyemai Demokrasi keseluruh penjuru dunia. Dalam kampanye yang sempat saya lihat, Obama pernah mengatakan “ Tidak Biru atau merah, semua adalah Amerika”.

Akan tetapi, pembelajaran yang berharga lainnya yang patut kita acungkan 2 jempol kepada kandidat McCain. McCain dengan “jantan” mengakui kekalahannya dalam Pilpress tersebut dan melalui ponsel pribadinya mengucapkan selamat kepada Obama dan akan mendukung kepemimpinannya. Sebuah sikap yang patut di tiru oleh politisi-politisi Bangsa ini yang kehilangan spirit sportifitas dalam berpolitik. Semoga saja, kemenangan Obama memberikan warna lain. Lebih mendahulukan dialog daripada perang. Tidak seperti Bush Sr. dan Jr. yang haus darah. Semoga saja!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: